Sepucuk Surat Dari Dia yang Tak Terlihat

Aku gak tau yang menjadi manusia paling bodoh dalam kisah ini siapa. Aku merindukan kamu, seseorang yang bahkan mungkin sudah tidak ingat siapa namaku lagi. Sudah tidak ingat dengan rasa sayangnya padaku lagi. Sudah tidak ingat akan rindunya yang dahulu selalu tertuju padaku. Bahkan sudah tidak ingat bahwa dirinya telah membuatku menjadi seperti ini. Memang, bukan perkara seluruhnya adalah salahnya. Ini juga menjadi salahku. sungguh, tuan. Aku selalu berusaha untuk merelakanmu bersamanya. Aku tau dia lebih membutuhkanmu daripada aku. Dia lemah, dia sakit.. Aku tau itu, Aku tau bahwa dia lebih pantas untuk kau jaga. Sungguh tak apa-apa, tak apa-apa aku yang harus terluka. Tapi, maukah kau mendengar pengakuan kejujuran ku ini? Sungguh, sekuat apapun aku menahannya dadaku sesak. Hatiku sakit sekali. Bolehkah aku marah padamu? padanya? Aku merindukan kamu. Berusaha untuk sekuat mungkin menahannya, sedangkan kau dan dia sedang asyik bermesraan. Lantas, sia-siakah pengorbananku ini?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s