The Woman Who Can’t be moved

Air mataku pecah, tumpah seketika kala aku mengingat tentangmu. Seberapa bosannya aku untuk menuliskan segala hal tentangmu tak sebanding dengan kerinduan yang kurasakan selama ini. Kerinduan yang tertahan, kerinduan yang bahkan selalu ku tahan seorang diri.. Bahkan, perpisahan kita tidak ada kata ‘selamat tinggal’ atau sepotong kata maaf darimu. Lantas aku harus bagaimana ?
Ini tahun kedua yang amat berat bagiku.. Tahun kedua yang masih menjadikanku merasa lemah dan lelah dalam penantian..
Aku bahkan tak bisa banyak berkata, walau sekedar bilang rindu dan butuh.. Aku sayang kamu.. Aku sayang kamu… Aku sayang kamu……. :’)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s